Krisi
Kesehatan Mental yang Semakin Memburuk
Pada saat
ini, seluruh dunia sedang berjuang bersama untuk melawan pandemi Covid-19
begitupun kita sebagai penerima pendidikan. Adanya pandemi ini telah banyak
mengubah kehidupan kita, apalagi dengan adanya penerapan peraturan sosial distancing oleh pemerintah,
membuat perubahan ini semakin besar hingga terasa kita sedang dikekang dan
diikat dengan tali tak terlihat. Kita dipaksa untuk selalu dirumah, yang telah
mengekang kebebasan kita. Kita dilarang berdekatan yang membangun dinding tak
terlihat antar sesama. Kita juga dilarang bersalaman yang bertolak belakang
dengan ciri khas kita. Semua batasan itu pada akhirnya membuat kita terbebani,
baik secara fisik maupun psikis.
Secara
fisik, kita tidak bisa bertemu keluarga, teman, dan tenaga pendidik. Kita terpaksa
harus melakukan kegiatan pendidikan secara online yang menjadi bagi sebagian
orang karena dengan keadaan ini sulit bagi kita untuk memahami materi dan
berdiskusi bersama, selain itu kita juga dibebankan dengan pembiayaan yang
semakin besar dan koneksi yang terkadang tidak mendukung. Hal ini memaksa kita
untuk mencari dan memahami materi sendiri yang terkadang sulit dilakukan. Beban
yang terus bertambah dan tidak adanya pelampiasan untuk mengistirahatkan diri
sejenak menjadi awal mulanya beban secara psikis
Secara
psikis, beban ini terkadang tidak terasa namun terkihat efeknya. Kita bisa jadi
merasa cemas yang berlebihan, susah tidur, merasa lebih lelah dan lain
sebagainya. Hal ini bisa merupakan gejala awal adanya penurunan dalam kesehatan
mental, apabila hal ini terjad terus menerus tanpa ditemukannya titik terang
bisa menyebabkan depresi atau gangguan berat lainnya.
Menurut
studi yang dilakukan oleh Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan
Masyarakat Indonesia (Persakmi) bersama dengan Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Airlangga yang melibatkan 8.034 responden dari 34
provinsi menyatakan bahwa lebih dari 50% responden mengalami kecemasan, yang
74% diantaranya terjadi dalam aspek pendidikan.
Penelitia
ini menunjukkan bahwa banyak dari penerima dan pemberi pendidikan baik siswa
maupun mahasiswa dan juga dosen ataupun guru merasa tertekan dengan adanya
kegiatan belar mengajar secara daring ini. Saya sendiri sebagai mahasiswa juga
terkadang merasakan dampak tersebut yang memperburuk kegiatan belajar saya.
Krisis Mental
Health pada kasus berat memerlukan pengobatan oleh para tenaga ahli. Beikut adalah beberapa jenis pengobatan untuk mengobati
kesehatan mental
- Psikoterapi. Psikoterapi
merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap
dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran.
- Obat-obatan. Pemberian
obat-obatan untuk mengobati penyakit mental umumnya bertujuan untuk
mengubah senyawa kimia otak di otak
- Rawat inap. Rawat inap
diperlukan jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap
gejala-gejala penyakit yang dialaminya atau terdapat kegawatdaruratan di
bidang psikiatri, misalnya percobaan bunuh diri.
- Support group. Support group umumnya
beranggotakan pengidap penyakit mental yang sejenis atau yang sudah dapat
mengendalikan emosinya dengan baik.
- Stimulasi otak. Stimulasi otak
berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial,
pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi
saraf vagus.
- Membuat rencana bagi diri
sendiri, misalnya mengatur gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari, untuk
melawan penyakit mental. Rencana ini bertujuan untuk memantau kesehatan,
membantu proses pemulihan, dan mengenali pemicu atau tanda-tanda
peringatan penyakit.
Oleh
karena itu,penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mental kita yang dapat
dilakukan mencari kegiatan kegiatan lain yang dapat kita lakukan sebagai
pelampiasan dari tekanan dan beban tersebut agar dapat menjalani kegiatan lain
dengan baik. Kegiatan itu bisa jadi hobi baru seprti main game, olahraga,
membaca sesuatu yang ringan dan menyenangkan, menonton dan lain sebagainya. Hal
ini dapat meringankan beban kita, membuat kita lebih semangat, senang, dan
merefresh kejenuhan di otak kita yang diharapkan dapat mencegah terjadinya
krisis mental health, terutama bagi
pelajar dan mahasiswa.
Komentar
Posting Komentar